
Pendidikan karakter sangat penting bagi pertumbuhan karakter serta personalitas anak, namun banyak yang belum bisa memahami secara optimal sehingga dapat merosot secara perlahan. Pendidikan karakter tidak hanya mempelajari etika yang benar dan salah, tetapi juga membentuk kebiasaan setiap harinya. Awal karakter kita terbentuk dari lingkungan sekitar kita, seperti keluarga dan sekolah. Keluarga sebagai tempat pertama untuk membentuk etika anak, selanjutnya didukung oleh sekolah melalui kegiatan pembelajaran, kedisiplinan, lingkungan pertemanan dan aktivitas lainnya. Anak butuh lingkungan dan ajaran yang sesuai karena berpengaruh dalam selama mereka hidup.
Menurut Winarni & Lestari (2016), anak zaman sekarang mengalami krisis pembentukan karakter, terutama di era digital. Krisis pembentukan tersebut dikarenakan penyalahgunaan internet dengan mengakses konten yang tidak senonoh, selain itu dapat membuat perilaku anak menyimpang dari norma-norma yang berlaku baik di lingkungan keluarga dan sekolah. Contoh norma yang menyimpang yaitu tidak mengikuti kegiatan pembelajaran, pergaulan bebas, dan melawan orang tua. Selain itu, ada juga aksi bullying yang membuat lingkungan anak merasa tidak nyaman, contohnya seperti pemerasan, mengancam, dan cyber bullying. Sehingga karakter anak dapat melemah atas kelalaian yang mereka lakukan ataupun remehkan karena tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya.
Lingkungan pertama untuk wadah pembentukan karakter adalah keluarga. Orang tua berperan sebagai teladan dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan etika. Selain itu, orang tua juga menjadi fondasi perkembangan anak-anak dari mereka lahir hingga beranjak dewasa nantinya. Dari awal mereka mengajarkan anaknya untuk mengembangkan karakter dan moralnya, lalu bersosialisasi, berbahasa, berani berpendapat, serta norma-norma yang diajarkan di keluarga mereka. Orang tua itu figuran bagi anaknya, jadi anak akan mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Maka dari itu, orang tua harus bisa memberikan teladan yang baik agar anak tidak menjurus ke pribadi atau karakter yang buruk atau menyimpang.
Selanjutnya, pendidikan karakter dikembangkan lagi oleh sekolah sebagai wadah kedua anak. Ibarat kata anak memiliki dua rumah, satu di keluarga dan satunya lagi di sekolah. Pada umumnya memang untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan akademik anak, tetapi mereka juga membentuk dan mengajarkan kumpulan nilai, sikap, dan perilaku anak. Jadi, sekolah tidak selalu membahas tentang angka seperti nilai yang ada di kertas, tetapi kepribadian mereka pun dibentuk, kebiasaan positif yang dianut juga akan diteruskan kepada anaknya di tengah perkembangan zaman. Ajaran dan pembentukan karakter di sekolah penting agar generasi muda siap menghadapi rintangan yang mendatang dengan tanggapan positif dan beretika.
Terlihat sepele, namun fatal jika diremehkan atau dibiarkan begitu saja. Karena tidak sedikit anak yang memiliki karakter yang buruk akibat lingkungan yang kurang sesuai dan pendidikan yang minim. Maka dari itu, para orang tua serta guru harus memberikan dukungan terhadap anak. Agar perkembangan anak tidak hanya bagus secara fisik maupun intelektual. Tetapi secara kepribadian itu juga perlu dan akan terus berpengaruh di manapun sang anak berada.
Baca Juga : Karakter Anak Tidak Terbentuk Sendiri : Butuh Peran Lingkungan dan Teknologi
Sumber Referensi :
Kabar Center. (2024). “Merosotnya Karakter Remaja di Tengah Eksistensi Digital“. Diperoleh 18 Agustus 2026. Diambil dari https://www.kabarcenter.com/2024/07/merosotnya-karakter-remaja-di-tengah.html
Syahputra, A. R. (2024). “Keluarga Sebagai Nilai Utama dalam Pembentukan Karakter Anak“. Diperoleh 19 Agustus 2026. Diambil dari https://binus.ac.id/character-building/2024/03/keluarga-sebagai-nilai-utama-dalam-pembentukan-karakter-anak/
Gabriel Ellen Zarkasie (2026). “Karakter Anak Tidak Terbentuk Sendiri : Peran Lingkungan dan Teknologi” Diperoleh 19 Agustus 2026. Diambil dari https://www.kompasiana.com/gabrielellenzarkasie4671/6a8522bc34777c661325e231/karakter-anak-tidak-terbentuk-sendiri-peran-lingkungan-dan-teknologi#goog_rewarded
![]()
