Acara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di BPMP Provinsi Banten (Foto : Rino Yulio Putra, S.Pd., Gr.)

CILEDUG, TANGERANG – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMP Fatahillah. Kayla Kamila Hardi, siswi SMP Fatahillah Kelas 7.1, berhasil meraih Juara 2 kategori menulis cerita pendek (cerpen) Bahasa Sunda dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Tangerang. Kayla memperoleh nilai 740 poin dan terpilih menjadi salah satu peserta yang mewakili Kota Tangerang untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Banten.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh guru pendamping, Bapak Rino Yulio Putra, S.Pd., Gr., pendaftaran peserta FTBI dilaksanakan pada 24-29 September 2026. Sementara itu, proses penilaian dan pengumuman pemenang dilaksanakan secara daring pada 1 Oktober 2026, Jumat (9/10/2026).

Dalam kategori menulis cerpen Bahasa Sunda, Juara 1 diraih oleh Larisa Kirana Arianti dari SMPN 26, sedangkan Juara 2 diraih oleh Kayla Kamila Hardi dari SMP Fatahillah. Kedua peserta tersebut terpilih untuk mewakili Kota Tangerang dalam seleksi tingkat Provinsi Banten.

FTBI, Wadah Pelestarian Bahasa Daerah bagi Generasi Muda

Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan ajang kompetisi yang bertujuan melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah di kalangan generasi muda, khususnya peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Bahasa daerah yang menjadi bagian dari upaya revitalisasi antara lain Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, dan Bahasa Betawi.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengasah keterampilan berbahasa, mengekspresikan kreativitas, serta mengenal kekayaan budaya daerah. Cabang lomba yang diselenggarakan mencakup berbagai bentuk ekspresi, seperti menulis cerpen, membaca atau menulis puisi, mendongeng, berpidato, menyanyikan lagu daerah, komedi tunggal, aksara Sunda, aksara Pegon, dan berbalas pantun.

Dalam kompetisi menulis cerpen Bahasa Sunda, peserta dituntut menghasilkan karya orisinal yang sesuai dengan tema yang ditentukan saat lomba melalui stimulasi visual berupa foto. Cerpen harus ditulis tangan pada kertas folio dengan panjang minimal dua halaman, memperhatikan ejaan dan tanda baca, serta tidak mengandung plagiarisme, unsur SARA, maupun pornografi. Peserta diberikan waktu pengerjaan selama 120 menit.

Adapun aspek penilaian meliputi bahasa sebesar 35 persen, isi sebesar 50 persen, dan tipografi sebesar 15 persen. Penilaian bahasa mencakup penggunaan ejaan, tanda baca, kosakata, serta struktur bahasa daerah. Penilaian isi menitikberatkan pada kesesuaian tema, pengembangan gagasan, unsur intrinsik cerita, dan orisinalitas. Sementara itu, penilaian tipografi memperhatikan proporsi ukuran huruf, keterbacaan, dan kesesuaian panjang tulisan dengan ketentuan lomba.

Pada acara Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 mengusung tema “Suara Tunas Bahasa Ibu dalam Pendidikan Multibahasa”. Kegiatan tersebut diikuti 137 peserta terbaik perwakilan dari 36 provinsi (mewakili puluhan bahasa dan dialek daerah) yang merupakan siswa SD dan SMP pemenang pada tingkat provinsi tahun sebelumnya.

Semangat Mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di BPMP Provinsi Banten (Foto : Ibu Ir. Yoeke Herlina, S.Pd., Gr.)

Mengikuti Seleksi Tingkat Provinsi Banten

Sebagai tindak lanjut atas prestasi tersebut, Kayla Kamila Hardi mengikuti seleksi tingkat Provinsi Banten pada 5 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Banten (BPMP Banten), Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Kayla didampingi oleh Bapak Rino Yulio Putra, S.Pd., Gr., dan Ibu Ir. Yoeke Herlina, S.Pd., Gr. Keduanya mendampingi Kayla selama mengikuti tahapan seleksi di tingkat provinsi. Meskipun Kayla belum berhasil terpilih untuk mewakili Provinsi Banten pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026, pencapaian sebagai Juara 2 tingkat Kota Tangerang dan kesempatan mengikuti seleksi tingkat provinsi merupakan pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikannya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Kayla untuk terus mengembangkan kemampuan menulis, meningkatkan keterampilan berbahasa daerah, serta berani mengikuti berbagai kompetisi di masa mendatang.

Apresiasi untuk Prestasi dan Pelestarian Budaya

Keberhasilan Kayla Kamila Hardi meraih Juara 2 FTBI tingkat Kota Tangerang menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMP Fatahillah. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap bahasa daerah dapat terus dikembangkan melalui pendidikan.

Pencapaian ini juga menjadi pengingat bahwa bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui dukungan sekolah, guru pendamping, keluarga, dan lingkungan pendidikan, peserta didik diharapkan semakin percaya diri untuk berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah. Selamat kepada Kayla Kamila Hardi atas prestasi yang diraih. Teruslah berkarya, mengembangkan potensi, dan mengharumkan nama SMP Fatahillah melalui prestasi di bidang pendidikan dan kebudayaan (amg).

Loading